JARAK = PERBEDAAN




Dulu aku pikir jarak hanya tentang ribuan kilometer, 

Aku pikir jarak hanya tentang aku disini dan kamu di sana. 

Tapi jarak yang benar benar jarak adalah perbedaan. 

"Apa bisa kita tidak  bicara tentang perbedaan dulu?" Kata dia dengan suara lirih. 

"Aku masih ingin menikmati waktu kita bersama"  Lanjutnya. 

Kata katanya membuat aku terdiam. 

" Tapi bagaimana aku bisa berjalan di jalan yang aku pun tidak tau ujungnya? Tanyaku dalam hati.

Aku semakin ketakutan, rupanya dia sudah menaruh harapan banyak padaku. 

 Aku harus segera mengakhiri semua ini, sebelum jauh kita melangkah pikir ku. 

Sesekali aku melihat wajah sederhananya, rasanya tidak tega melihat dia kecewa. 

Dia sangat sibuk untuk merencanakan tempat mana lagi yang akan kita nikmati bersama. 

Tapi justru aku sibuk untuk mencari bagaimana mengakhiri semua ini. 

Sampai di suatu malam aku ngobrol dengan seorang teman, kata katanya cukup menamparku. Aku semakin ketakutan, akhirnya aku memberanikan diri untuk menyelesaikan cerita tak berujung ini. 

Lagi lagi aku  yang harus menjadi peran antagonis, dia rupanya sangat kecewa. Dia menutup akses untuk dihubungi. 

Tapi ini semua untuk kebaikan kita berdua bukan?  Jika semua ini segera berakhir , tidak banyak waktu yang kita sia siakan. Kita akan cepat mencari tujuan kita masing masing. 

Maafkan aku yang memilih jalan ini, aku hanya tidak ingin kamu terluka lebih dalam. 

Aku juga sangat malu sama Tuhanku, aku yakin Tuhan ku sangat mencintaiku. Sungguh,aku tidak mungkin menghianti cinta-Nya. 



Comments

Hits