SANG WAKTU
Aku tak pernah ragu sedikitpun dalam melangkah. Mungkin banyak persimpangan yang aku temui menuju setiap angka. Tapi sedetikpun aku tidak boleh berhenti.
Tidak peduli angka 12 sedang terpuruk, sedang sedih sedang berlinang airmata bahkan sampai memohon untuk aku berhenti sejenak untuk sekedar menunggu dia pulih.
Begitupun angka 6 yang sedang menyesali kedatangan ku yang sudah lama , dia meminta aku untuk balik lagi menemuinya. Katanya dia ingin memperbaiki kesalahannya.
Angka 7 masih sibuk mempersiapkan banyak hal, dia meminta ku jangan datang dulu, katanya dia belum siap.
Angka 1 dengan penuh ambisi lagi lagi meminta ku untuk berlari kencang.
Angka 10 dengan muka kebingungan meminta ku jalan pelan pelan katanya dia masih bingung tujuan hidup.
Angka 4 dengan muka sedih, memintaku menunggunya, katanya dia baru patah hati.
Aku heran melihat mereka semua, mereka pikir aku akan memberikan toleransi, atau ikut sedih kemudian berhenti. itu tidak akan terjadi karena aku harus adil dan berjalan sesuai aturan yang ada.
Jadi kalo ada hal yang buat jatuh, sedih, sakit atau gagal jangan lama lama ya di kondisi itu, karena aku akan tetap berjalan tanpa melihat kiri kanan.
Dan aku sama sekali tidak akan pernah melihat ke belakang.




Comments
Post a Comment