Mengenangmu

 



Semalam, kamu datang di mimpiku.
Tanpa tanda, tanpa suara.
Hanya wajahmu, seperti dulu—begitu jelas.

Aku terbangun, terdiam.
Seolah mimpi itu bukan sekadar mimpi,
tapi pintu menuju kenangan yang lama kusimpan.

Tidak ada yang berubah dari caraku mengingatmu.
Kehadiranmu masih sama, hangat dan nyata.
Meskipun hanya sebatas mimpi,
kau tetap membuatku mengenang.

Aku bertanya-tanya,
apakah ini hanya permainan memori,
atau ada makna yang ingin disampaikan?
Tapi mungkin, beberapa hal tak perlu selalu ada jawabannya.
Cukup dirasakan, lalu dilepaskan.

Mungkin begini caranya semesta berkata,
bahwa ada yang tak pernah benar-benar pergi.
Hanya berpindah tempat, dari sisi ke memori.

 

Comments

Hits