Janji Dalam Diam, Untuk Tuhan yang Tak Terlihat

 

Ada waktu dalam hidup, ketika aku berdiri di persimpangan antara harapan dan kepasrahan. Doa yang terucap, penuh dengan harap dan rindu yang tak terkatakan, seolah melayang di udara, menanti jawaban yang entah kapan datang. Dalam kebingunganku itu, aku merasa seolah Tuhan begitu dekat, lebih dekat dari apa yang bisa dirasakan oleh indera manusia.

Aku berdoa, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan seluruh jiwa yang terdalam. Kadang, harapan datang begitu besar, membebani dada, namun ada kalanya rasa pasrah menghampiri, seolah hanya bisa menyerahkan segalanya pada takdir yang tak bisa digenggam. Di saat itu, dalam hening hati, aku berkata dalam diam, "Ya Allah, apapun yang Engkau berikan, apapun yang terjadi, aku akan tetap mendekat pada-Mu. Aku berjanji, aku akan berusaha lebih lagi untuk menjalani ibadah-ibadah yang dulu tak kuperhatikan, karena aku tahu, hanya Engkau yang bisa membuat hatiku tenang."

Janji ini, aku ucapkan bukan sekadar sebagai kata-kata kosong, tetapi sebagai komitmen dalam relung hati, untuk terus mencari-Mu, untuk terus mempersembahkan diri ini dalam setiap sujud yang kulakukan. Dalam setiap langkah, aku ingin Engkau merasa dekat, lebih dekat daripada apa pun atau siapa pun.

Bukan tentang apa yang aku harapkan, atau tentang apa yang aku inginkan, tetapi tentang aku yang berusaha menjadi lebih baik, agar setiap detik hidupku terasa penuh dengan keberkahan karena kedekatanku dengan-Mu.

Aku mengerti, dekat dengan-Mu adalah kedamaian yang tak akan pernah tergantikan oleh dunia, dan itu adalah janji yang akan aku pegang, dalam diam yang paling sunyi sekalipun

Comments

Hits